
Kurs dolar AS hari ini di BCA, Mandiri, dan BRI per 6 Juni 2026. Simak harga jual dan beli USD terbaru di tiga bank terbesar Indonesia.
JAKARTA, NABACUT.COM – Lonjakan nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS) yang kian agresif membuat masyarakat kini lebih ketat memantau pergerakan harga valuta asing (valas). Informasi mengenai kurs dolar hari ini di BCA, Mandiri, dan BRI menjadi panduan krusial, terutama setelah mata uang rupiah terperosok ke level terendahnya sepanjang sejarah di kisaran Rp 18.036 hingga Rp 18.039 per dolar AS.
Bagi Anda yang memiliki kebutuhan transaksi internasional, pengiriman uang ke luar negeri, atau sekadar ingin mengamankan aset finansial, membandingkan harga jual dan beli di perbankan besar adalah langkah wajib agar tidak salah kalkulasi.
Pelemahan tajam mata uang Garuda ini dipicu oleh rentetan sentimen global dan pengetatan regulasi valas domestik yang bergulir sepanjang pekan ini.
Rincian Kurs Dolar Hari Ini di BCA, Mandiri, dan BRI
Melansir data resmi dari masing-masing situs perbankan per akhir pekan pertama Juni 2026, berikut adalah rincian nilai tukar dolar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) yang dibagi berdasarkan kurs TT Counter dan E-Rate:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
BCA menetapkan nilai tukar dolar AS yang bersaing, khususnya untuk transaksi melalui layanan e-Banking.
E-Rate: Jual: Rp 18.055 | Beli: Rp 18.025
TT Counter: Jual: Rp 18.210 | Beli: Rp 17.910
2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Mandiri menerapkan rentang harga valas yang disesuaikan dengan fluktuasi pasar spot global yang bergerak dinamis.
Special Rate: Jual: Rp 18.060 | Beli: Rp 18.030
TT Counter: Jual: Rp 18.200 | Beli: Rp 17.850
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
BRI juga melakukan penyesuaian tarif jual-beli USD untuk memfasilitasi kebutuhan korporasi maupun nasabah ritel.
E-Rate: Jual: Rp 18.058 | Beli: Rp 18.028
TT Counter: Jual: Rp 18.225 | Beli: Rp 17.875
(Catatan: Kurs dolar hari ini di BCA, Mandiri, dan BRI dapat berubah sewaktu-waktu tergantung volatilitas pasar uang internasional).
Mengapa Selisih Harga Jual dan Beli Melebar?
Jika Anda perhatikan, selisih (spread) antara harga jual dan harga beli di posisi TT Counter perbankan saat ini cenderung melebar hingga menyentuh angka Rp 300. Para analis menyebutkan bahwa melebarnya spread ini mencerminkan tingginya risiko volatilitas di pasar valas akibat ketidakpastian ekonomi global.
Terjadinya lonjakan dolar ini utamanya disebabkan oleh inflasi AS yang masih tinggi serta konflik geopolitik yang belum mereda.
Baca Juga: Kenapa Dolar Naik Hari Ini? Ini 3 Penyebab Utama Rupiah Melemah hingga Tembus Rp 18.000
Tips Bertransaksi Valas di Tengah Lonjakan Dolar
Bagi masyarakat umum, disarankan untuk memanfaatkan fasilitas E-Rate (melalui aplikasi mobile banking seperti Go BI, Livin’ by Mandiri, atau myBCA) jika ingin melakukan penukaran mata uang. Kurs E-Rate terbukti jauh lebih murah dan mencerminkan harga pasar yang sesungguhnya dibandingkan penukaran fisik di kantor cabang (TT Counter).
Selain itu, pastikan transaksi Anda mematuhi batasan kuota terbaru dari bank sentral agar proses kliring berjalan lancar tanpa kendala administratif.









2 Komentar