Nabacut.com – Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Luapan sungai merendam permukiman, memutus akses jalan di sejumlah titik, dan memaksa ratusan warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan TVRI Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pagi, sebanyak 498 warga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 238 jiwa telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu malam.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang. Sejumlah aliran sungai meluap sehingga air masuk ke rumah warga dan menggenangi lingkungan permukiman.
Tiga Kecamatan di Padang Terdampak Banjir
Bencana banjir dilaporkan melanda tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.
Di Kecamatan Koto Tangah, genangan dilaporkan terjadi di kawasan Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto. Sementara itu, di Kecamatan Kuranji, banjir turut berdampak pada Kelurahan Kuranji dan kawasan Lapau Munggu.
Wilayah Tabiang Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo juga dilaporkan terdampak luapan air.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian petugas adalah kompleks perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun. Sejumlah warga harus dievakuasi ketika air memasuki kawasan tempat tinggal mereka.
Situasi tersebut membuat petugas gabungan bergerak cepat untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan, terutama mereka yang terjebak di rumah atau berada di lokasi dengan arus air yang deras.
120 Rumah Terendam, Akses Jalan Sempat Terputus
Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh warga yang harus mengungsi. Berdasarkan laporan TVRI Sumatera Barat, sebanyak 120 rumah dilaporkan terendam air.
Rinciannya, sekitar 60 rumah berada di wilayah Kuranji, 40 rumah di Lubuk Minturun, dan 20 rumah di kawasan Tabiang Banda Gadang.
Di Kecamatan Kuranji, empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat. Akses jalan di sekitar kawasan PDAM Guo, Kuranji, dilaporkan terputus akibat terjangan air sehingga menyulitkan mobilitas warga maupun petugas di lapangan.
Besarnya dampak banjir membuat proses pendataan dan penanganan darurat terus dilakukan. Jumlah warga terdampak maupun tingkat kerusakan masih dapat berubah seiring pembaruan informasi dari petugas.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga
Pemerintah Kota Padang mengerahkan tim gabungan untuk membantu warga yang terdampak banjir. Personel BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, TNI, Polri, Basarnas, serta unsur relawan terlibat dalam penanganan darurat.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu penyelamatan, kendaraan operasional, dan perlengkapan keselamatan air sesuai kondisi di lapangan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan pengerahan tim gabungan guna memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi.
Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan unsur pencarian dan pertolongan untuk mendukung penanganan di kawasan terdampak.
Keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, perempuan hamil, dan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.
Warga Diminta Waspada Banjir Susulan
Meski kondisi cuaca dan ketinggian air dapat berubah, masyarakat diminta tidak mengabaikan potensi banjir susulan. Hujan deras yang kembali mengguyur wilayah hulu berisiko meningkatkan debit sungai dan memicu luapan air.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir agar terus memantau kondisi lingkungan.
Warga diminta segera menjauh dari aliran sungai apabila melihat kenaikan permukaan air secara signifikan. Masyarakat juga disarankan menyiapkan dokumen penting, obat-obatan, telepon seluler, dan kebutuhan darurat agar mudah dibawa ketika evakuasi diperlukan.
Apabila petugas mengarahkan warga untuk mengungsi, instruksi tersebut perlu dipatuhi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Banjir Kembali Menjadi Peringatan bagi Kota Padang
Banjir yang kembali melanda Kota Padang menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan luapan sungai.
Selain penanganan darurat, pemulihan lingkungan permukiman, pemeriksaan infrastruktur, dan kesiapan sarana evakuasi menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana berikutnya.
Masyarakat diharapkan mengikuti informasi terbaru dari BPBD, Pemerintah Kota Padang, dan instansi resmi lainnya agar memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi wilayah masing-masing.
Perkembangan banjir di Padang masih perlu dipantau. Data mengenai jumlah warga terdampak, kondisi rumah, dan situasi di lokasi banjir dapat berubah mengikuti hasil pendataan serta laporan terbaru dari petugas.
Referensi: AFU.id, Pemerintah Kota Padang, dan TVRI Sumatera Barat.
Nabacut.com | Berita Aktual & Terpercaya