APBN dan Danantara Jadi “Dua Lengan”, Investasi 7% Dibidik

Nabacut.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi APBN dan Danantara. Keduanya diharapkan bekerja sama untuk meningkat investasi hingga 7 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang digelar Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Suahasil, APBN dan Danantara memiliki fungsi yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam mendorong agenda pembangunan pemerintah.

Ia menggambarkan keduanya seperti dua lengan yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan ekonomi nasional.

Investasi 7 Persen Jadi Target

Suahasil mengatakan pemerintah membutuhkan peningkatan investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Karena itu, pemerintah ingin memperkuat kerja sama antara APBN dengan Danantara sehingga kapasitas investasi nasional dapat meningkat.

“Kita berharap bersama Danantara kita desain bagaimana APBN dan Danantara kemudian bersatu, sehingga bisa mendorong pertumbuhan investasi di tujuh persen,” kata Suahasil dalam acara tersebut, seperti dilaporkan Metro TV.

Target investasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari upaya pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

Suahasil sebelumnya juga menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai sumber pertumbuhan, termasuk konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi.

Apa Peran APBN dan Danantara?

Dalam skema yang dijelaskan Suahasil, APBN tetap berfungsi sebagai instrumen fiskal negara.

APBN digunakan untuk mendukung pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan sosial. Di sisi lain, Danantara diarahkan untuk mengoptimalkan kekayaan negara yang dipisahkan dan mengembangkannya melalui investasi.

Dengan pembagian tersebut, pemerintah berharap kedua instrumen tidak berjalan sendiri-sendiri.

Keduanya justru dapat saling mengisi dalam mendorong aktivitas ekonomi, meningkatkan produksi serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Metro TV juga melaporkan bahwa Suahasil berharap Danantara dapat memanfaatkan aset yang dimiliki untuk mendorong investasi, produksi barang dan jasa serta menghubungkan investasi dengan sektor swasta.

Danantara Diharapkan Mendorong Lapangan Kerja

Bagi pemerintah, investasi bukan hanya soal penambahan modal.

Investasi juga diharapkan menghasilkan kegiatan ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Danantara diarahkan untuk menjalankan proyek yang dapat meningkatkan kapasitas produksi, menyerap tenaga kerja dan membuka ruang bagi masuknya investasi swasta.

Dengan demikian, keberadaan Danantara diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan dari pengelolaan aset negara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Target Ekonomi 2027 Jadi Tantangan Berikutnya

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan pertumbuhan investasi yang lebih tinggi.

Suahasil menyebut pertumbuhan investasi sekitar 7 persen menjadi salah satu komponen penting dalam mengejar target tersebut. Pemerintah juga memperkirakan konsumsi rumah tangga perlu tumbuh sekitar 5,4 persen dan konsumsi pemerintah sekitar 5,6 persen.

Sementara itu, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga kesehatan APBN.

Dalam penjelasan Kementerian Keuangan, APBN diarahkan tetap kredibel dan disiplin, tetapi pada saat yang sama harus mampu memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Danantara Punya Target Besar

Peran Danantara dalam strategi investasi pemerintah juga terlihat dari target yang disampaikan COO Danantara Dony Oskaria pada acara yang sama.

Dony mengatakan kebutuhan investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 diperkirakan mencapai Rp1.200 triliun. Danantara disebut akan mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan investasi tersebut.

Angka itu menunjukkan besarnya tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk menggerakkan investasi dalam skala nasional.

Karena itu, sinergi antara APBN, Danantara dan sektor swasta akan menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam perjalanan ekonomi Indonesia menuju 2027.

Bukan Sekadar Mengejar Angka

Sinergi APBN dan Danantara pada akhirnya tidak hanya diukur dari pencapaian angka investasi.

Pemerintah juga perlu memastikan investasi menghasilkan aktivitas ekonomi nyata, memperkuat produksi dalam negeri, membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Suahasil menegaskan APBN akan tetap dijalankan secara kredibel, sementara Danantara diharapkan dapat memaksimalkan aset negara untuk mendorong kegiatan ekonomi.

Dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, perkembangan strategi APBN dan Danantara akan menjadi salah satu isu ekonomi yang menarik untuk terus diikuti.

Baca juga: Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun pada 2027, Ini Kaitannya dengan Target Ekonomi 6 Persen.

Danantara Bidik Rp1.200 Triliun, Ini Strategi Kejar Ekonomi 6%

Nabacut.com | Berita Aktual & Terpercaya

Tinggalkan komentar