Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Ini Alasan dan Pertimbangannya

JAKARTA, Nabacut.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menempatkan Suyudi sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan Suyudi menjadi perhatian karena proses pergantian Kapolri berlangsung relatif cepat. Presiden Prabowo mengajukan Suyudi sebagai calon tunggal kepada DPR, kemudian Komisi III DPR menyetujui pencalonannya sebelum akhirnya Suyudi dilantik di Istana Negara.

Lantas, mengapa Prabowo memilih Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri?

Tidak Ada Alasan Tunggal yang Diumumkan Prabowo

Sampai pelantikan berlangsung, tidak ada keterangan resmi dari Presiden Prabowo yang menyebut bahwa Suyudi dipilih karena satu alasan tertentu.

Keputusan pengangkatan Suyudi tercantum dalam Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri. Dalam keputusan tersebut, Suyudi resmi menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Karena itu, alasan pemilihan Suyudi lebih tepat dilihat dari proses politik-konstitusional, rekam jejak, pengalaman, serta program yang ditawarkan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

1. Rekam Jejak Suyudi Jadi Salah Satu Pertimbangan

Suyudi bukan perwira yang baru muncul di lingkungan Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu memiliki pengalaman panjang di kepolisian. Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena posisi Kapolri membutuhkan kemampuan menangani persoalan keamanan, penegakan hukum dan koordinasi lintas lembaga.

Bahkan selama memimpin BNN, Suyudi membawa pendekatan pemberantasan narkotika yang menggabungkan penindakan dan pendekatan kemanusiaan. BNN mencatat sejumlah program yang dijalankannya, termasuk penguatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan jaringan narkotika.

2. Prabowo Butuh Kapolri dengan Agenda yang Jelas

Salah satu hal yang menarik dari Suyudi adalah program yang ia tawarkan ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

Suyudi membawa visi “Polisi Bersama Masyarakat”.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan dan kedekatan polisi dengan masyarakat. Ia juga mengatakan program yang sudah baik dari kepemimpinan sebelumnya akan dilanjutkan, sementara hal yang belum optimal akan diperbaiki.

Dengan demikian, arah kepemimpinan Suyudi bukan semata-mata melakukan pergantian, tetapi juga melanjutkan program yang dinilai baik sekaligus melakukan koreksi terhadap persoalan yang masih ada.

3. Pelayanan Publik Menjadi Prioritas

Alasan lain yang membuat sosok Suyudi menarik adalah penekanannya pada pelayanan publik.

Usai dilantik, Suyudi menyampaikan bahwa salah satu fokus awalnya adalah konsolidasi internal, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat.

Suyudi juga ingin polisi mampu memberikan respons lebih cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal tersebut menjadi penting karena kualitas pelayanan kepolisian merupakan salah satu hal yang langsung dirasakan masyarakat.

4. Suyudi Soroti Masalah “No Viral, No Justice”

Dalam uji kelayakan di DPR, Suyudi juga menyoroti fenomena “no viral, no justice”.

Ia menginginkan laporan masyarakat tidak harus menjadi viral terlebih dahulu agar mendapatkan penanganan.

Menurut arah program yang dipaparkannya, laporan seharusnya diverifikasi, ditangani sesuai hukum, pelapor diberi informasi mengenai perkembangannya, dan prosesnya dapat dipertanggungjawabkan.

Jika agenda ini benar-benar diterapkan, perubahan tersebut akan menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan kepemimpinan Suyudi.

5. Suyudi Membawa Enam Program Prioritas

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Suyudi memaparkan enam bidang prioritas.

Program tersebut mencakup:

  • penguatan kelembagaan;
  • pembinaan sumber daya manusia dan pola rekrutmen;
  • peningkatan pelayanan publik;
  • penegakan hukum;
  • pengawasan;
  • akuntabilitas anggaran.

Pada aspek SDM, Suyudi menekankan pentingnya meritokrasi dan integritas dalam pengembangan karier anggota Polri.

Program tersebut memberikan gambaran mengenai arah yang ingin dibawa Suyudi selama memimpin Polri.

6. Presiden Prabowo Juga Menaruh Perhatian pada Narkotika, Penyelundupan dan Judi Online

Setelah dilantik, Suyudi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo terus mengingatkan sejumlah persoalan yang menjadi keresahan masyarakat.

Di antaranya adalah narkotika, penyelundupan dan judi daring.

Ketiga persoalan tersebut kemudian menjadi bagian dari isu yang akan mendapatkan perhatian dalam kepemimpinan baru Polri.

Pengalaman Suyudi sebagai Kepala BNN juga menjadi relevan dalam konteks tersebut.

Proses Pengangkatan Suyudi Berlangsung Cepat

Proses menuju pelantikan Suyudi berlangsung dalam waktu singkat.

Presiden mengirimkan Surat Presiden kepada DPR pada 30 September 2026. Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada 1 Oktober.

Setelah itu, DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi dan mengesahkannya melalui rapat paripurna. Pada hari yang sama, Prabowo melantiknya sebagai Kapolri.

Suyudi kemudian mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi.

Bukan Sekadar Pergantian Kapolri

Pergantian Listyo Sigit dengan Suyudi dapat dilihat sebagai bagian dari fase baru kepemimpinan Polri.

Yang akan menjadi perhatian bukan hanya siapa yang menduduki kursi Kapolri, tetapi apa yang dilakukan setelah menduduki jabatan tersebut.

Suyudi sendiri telah menyampaikan bahwa tahap awal kepemimpinannya akan dimulai dengan melakukan pemetaan persoalan di tubuh Polri.

Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai upaya untuk mengetahui persoalan yang harus segera menjadi prioritas.

Baca Juga : Baru Dilantik Prabowo, Kapolri Suyudi Hadapi 4 Tantangan Besar Ini

Jadi, Apa Alasan Prabowo Memilih Suyudi?

Jika dirangkum berdasarkan fakta yang tersedia, tidak ada satu alasan resmi tunggal yang diumumkan Prabowo kepada publik.

Namun, sejumlah faktor yang dapat dilihat dari proses pengangkatan Suyudi adalah:

pertama, rekam jejak dan pengalaman panjangnya di Polri;

kedua, pengalaman memimpin BNN;

ketiga, visi “Polisi Bersama Masyarakat”;

keempat, agenda peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum yang adil;

kelima, komitmennya terhadap reformasi, pengawasan dan akuntabilitas Polri.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional Yuddy Chrisnandi juga menilai keputusan Prabowo memilih Suyudi menunjukkan pertimbangan terhadap rekam jejak dan prestasi yang terukur.

Kesimpulan

Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.

Tidak ada pernyataan resmi yang menyebut satu alasan tunggal di balik keputusan Prabowo menunjuk Suyudi. Namun, rekam jejak Suyudi, pengalaman memimpin BNN, visi “Polisi Bersama Masyarakat”, serta agenda peningkatan pelayanan dan reformasi Polri menjadi faktor penting yang terlihat dalam proses pencalonannya.

Kini, tantangan sebenarnya berada di depan Suyudi: membuktikan bahwa visi tersebut dapat diterjemahkan menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Terkait : Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru di HUT ke-81 TNI, Ini Daftar dan Wilayahnya

Nabacut.com | Berita Akurat & Terpercaya

Satu pemikiran pada “Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Ini Alasan dan Pertimbangannya”

Tinggalkan komentar