JAKARTA, NABACUT.COM — Rocky Gerung kini tidak lagi hanya mengamati pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari luar Istana. Setelah resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky justru menegaskan bahwa tugasnya di dalam pemerintahan adalah tetap bersikap kritis terhadap kebijakan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky setelah Presiden Prabowo melantik dirinya bersama 25 anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan 26 anggota Wantimpres itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Menariknya, Rocky membedakan secara tegas antara “mengkritik” dan “kritis”.
Menurutnya, Wantimpres bukan dibentuk sekadar untuk mengkritik Presiden, tetapi harus mampu melihat secara mendalam dampak dan persoalan yang muncul dari setiap kebijakan pemerintah.
“Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting Rocky setelah resmi masuk ke lingkungan Istana.
Rocky Gerung: Tugas Saya Bukan Sekadar Mengkritik
Selama bertahun-tahun, Rocky Gerung dikenal sebagai pengamat politik dan intelektual publik yang kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Kini, ketika dirinya berada di dalam struktur resmi pemerintahan, pola tersebut tidak serta-merta berubah.
Rocky menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki fungsi memberikan pertimbangan kepada Presiden. Artinya, tugas anggota Wantimpres bukan menjalankan pekerjaan teknis kementerian atau lembaga pemerintah.
Menurut Rocky, posisi Wantimpres lebih berkaitan dengan aspek etis, yaitu melihat dampak sebuah kebijakan dan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan tersebut.
Dengan demikian, Rocky melihat tugas barunya sebagai sebuah ruang untuk memberikan pandangan yang kritis sebelum sebuah kebijakan ditetapkan atau dilanjutkan.
Pesan Prabowo kepada Wantimpres
Rocky juga mengungkap pesan Presiden Prabowo setelah dirinya dipercaya menjadi Wantimpres.
Menurut Rocky, Prabowo menempatkan Wantimpres pada kedudukan etis, bukan teknis.
Apa maksudnya?
Wantimpres tidak ditugaskan untuk ikut mengurus pekerjaan teknis sehari-hari pemerintahan. Sebaliknya, anggota Wantimpres diharapkan dapat mengambil jarak untuk melihat persoalan secara lebih luas dan memberikan evaluasi terhadap arah kebijakan.
Rocky menggambarkan fungsi tersebut seperti sebuah mekanisme pengawasan dan pertimbangan terhadap keputusan yang akan diambil pemerintah. (Antara News)
Karena itu, keberadaan Rocky di Wantimpres menjadi menarik. Sosok yang selama ini dikenal kritis kini justru memiliki akses langsung untuk memberikan pandangan kepada Presiden.
Rocky Tetap Pegang “Radical Break”
Masuk Istana ternyata tidak membuat Rocky meninggalkan istilah yang selama ini melekat dalam pemikirannya.
Sesaat setelah dilantik, Rocky menegaskan bahwa perpindahan dirinya dari luar ke dalam pemerintahan tidak mengubah sikap maupun pandangannya.
Ia bahkan kembali menyebut istilah “radical break”.
“Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break.”
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Rocky tidak melihat jabatan Wantimpres sebagai alasan untuk meninggalkan karakter berpikir kritis yang selama ini ditunjukkannya di ruang publik.
Baca juga: Rocky Gerung Masuk Istana, Kenapa Tak Menolak Jadi Wantimpres?
Apa yang Akan Rocky Kritik dari Dalam Istana?
Pertanyaan berikutnya justru menjadi lebih menarik.
Jika sebelumnya Rocky bebas menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dari luar, kini ia berada di dalam lembaga yang secara resmi memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Artinya, ruang kritik tersebut berubah menjadi ruang pertimbangan langsung.
Rocky mengatakan setiap kebijakan pemerintah bisa menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat. Karena itu, anggota Wantimpres perlu melihat persoalan secara lebih mendalam dan membaca kemungkinan dampak kebijakan tersebut.
Pertimbangan itu kemudian menjadi salah satu bahan bagi Presiden dalam mengambil keputusan.
Dengan posisi tersebut, publik tentu akan menunggu bagaimana Rocky memberikan pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo ke depan.
Bukan Pengambil Keputusan Akhir
Ada satu hal penting yang perlu dipahami mengenai posisi Rocky sebagai Wantimpres.
Rocky bukan pengambil keputusan akhir.
Dalam penjelasannya, ia menyebut tugas Wantimpres adalah memberikan pertimbangan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
Dengan kata lain, Rocky dapat menyampaikan pandangan, analisis, evaluasi, bahkan kritik terhadap sebuah kebijakan. Namun keputusan apakah pertimbangan tersebut akan digunakan tetap menjadi kewenangan Presiden Prabowo.
Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa Rocky menyebut kedudukan Wantimpres sebagai etis, bukan teknis.
Dari Luar Istana ke Dalam Istana
Perubahan posisi Rocky ini merupakan salah satu perkembangan politik yang paling menarik setelah Prabowo membentuk susunan baru Wantimpres.
Sebelumnya, Rocky berada di luar struktur pemerintahan dan dikenal luas melalui berbagai pernyataan kritisnya.
Sekarang, ia menjadi bagian dari lembaga yang secara langsung memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Namun Rocky sendiri sudah memberikan sinyal bahwa perubahan tempat tidak otomatis berarti perubahan prinsip.
Dari luar menjadi ke dalam, tetapi sikap dan pandangan yang ia klaim tetap sama.
Di sinilah publik akan melihat apakah pernyataan tersebut benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugasnya.
26 Wantimpres Prabowo, Rocky Salah Satu Nama yang Paling Disorot
Presiden Prabowo mengangkat 26 anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026.
Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, sedangkan Muhammad Qodari menjadi Sekretaris merangkap anggota.
Selain Rocky Gerung, sejumlah tokoh lain yang masuk antara lain Sinta Nuriyah, M. Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Aljufri, Soekarwo, Dato’ Sri Tahir, Ignasius Jonan dan sejumlah tokoh lainnya. (Presiden RI)
Namun nama Rocky menjadi perhatian khusus karena latar belakangnya sebagai pengamat yang selama ini dikenal vokal mengkritik kekuasaan.
Ujian Sebenarnya Baru Dimulai
Pelantikan Rocky sebagai Wantimpres bukanlah akhir dari cerita.
Justru setelah resmi berada di Istana, tantangan sebenarnya baru dimulai.
Publik akan melihat apakah Rocky mampu mempertahankan sikap kritisnya ketika memberikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.
Apakah “radical break” yang selama ini ia gaungkan akan benar-benar terlihat dalam pandangan dan rekomendasinya?
Atau justru pengalaman berada di dalam pemerintahan akan membuat cara pandangnya berubah?
Jawabannya tentu tidak bisa hanya dilihat dari pernyataan saat pelantikan.
Jawaban sebenarnya akan terlihat dari sikap Rocky ketika menghadapi kebijakan-kebijakan pemerintah yang kontroversial atau berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.
Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Rocky Gerung masuk Istana, tetapi ia mengatakan sikap dan pandangannya tetap.
Dan kini, kritik terhadap pemerintahan Prabowo tidak lagi hanya datang dari luar pagar Istana. Rocky akan memberikan pertimbangannya dari dalam.
Baca juga: Tantangan utama suyudi ario seto setelah dilantik prabowo
Nabacut.com | Berita Akurat & Terpercaya
2 pemikiran pada “Rocky Gerung Mulai Bersuara dari Istana: wantimpres perannya menghadapi Kebijakan Pemerintah”